KEMILIAU MATAHARI DARI TANAH MARAPU
Jam dinding berdetak di kamar menunjukkan pukul 23.00 malam. Rupanya malam ini lelah menjumput di tengah kesibukan harian, tetapi Ivan belum juga tidur. Iy masih sibuk menulis beberapa peristiwa hari itu dalam buku diarynya. Tadi sore jam 4 Ivanï baru tiba di bandara El Tari dari Nusa Biru sebutan untuk Pulau Lembata. Beberapa hari ini ia bertugas di kota karang julukan Kupang tempo dulu yang sekarang berubah dengan sebutan kota Kasih. Teringat waktu masih kuliah di sini. Ivan merasakan kota ini sungguh berbeda oleh perubahan dan perkembangannya. Seingat di pikirannya waktu pergi ke kampus selalu berjalan kaki. Mulai dari keluar kos menyusur jalan tikus di belakang SD Bertingkat Oebobo lewat belakang kantor gubernur terus ke Rimba Kapok dan masuk ke jalan utama arah dari pasar Naikoten ke Oepura. Masa kuliah dulu memang susah. Pagi itu Ivan tampak terburu-buru masuk kampus. Rupanya ia harus berusaha bertemu dengan dosen pembimbingnya. Soalnya Pak Narto dosen yang sedang membimbing skri...